seragam militer
Dari beragam jenis busana ada jenis busana untuk keperluan khusus, yaitu busana yang digunakan oleh militer/tentara.
Tahukah anda bahwa seragam militer anggota NATO dibuat oleh anak bangsa?
Pabrik yang bernama PT Sri Rejeki Isman (Sritex), berlokasi di Desa Jetis, Sukoharjo. Pada tanggal 3 Maret 1992, pabrik tersebut turut diresmikan oleh Bapak Soeharto bersama 275 pabrik aneka industri lainnya di daerah Surakarta, Jawa Tengah. Pemilik pabrik tersebut adalah bapak HM Lukminto
PT Sri Rejeki Isman (Sritex), industry tektil terbesar di Asia Tenggara akan memperluas pabriknya. Dari semula sekitar 100 hektare ditambah pabrik baru di atas lahan seluas 25 hektare dengan total investasi Rp 1,5 triliun.
Pabrik finishing itu akan mulai beroperasi sebagian pada awal Oktober, dan selanjurnya akhir tahun ini sudah beroperasi seluruhnya. Saat ini sebagian mesin sudah selesai dipasang dan siap dioperasikan pekan depan atau awal bulan Oktober. Yang lainnya saat ini masih dalam pengurusan di pabeanan pelabuhan Semarang. Mungkin akhir tahun sudah bisa dioperasikan.
Dengan perluasan itu, pabrik tersebut akan menambah pekerja sebanyak 3.000 – 4.000 orang. Kalau ditambah pekerja yang saat ini sudah ada, jumlahnya akan menjadi 20.000 pekerja pada akhir tahun ini.
Ditambah perusahaan lainnya di bawah Sritex yang banyaknya ada 15 anak perusahaan, dengan karyawan sekitar 10.000 orang, maka pada awal tahun 2012 nanti, pekerja seluruhnya di bawah payung Sritex Grup akan mencapai minimal 40.000 orang.
Dengan core bisnis pertekstilan, saat ini industry tersebut menguasai 37 negara yang memesan pasokan seragam militer. 70 % produksi garmen memang berupa seragam militer dari berbagai Negara itu, termasuk TNI-Polri.
Produk tekstil PT Sri Rejeki Isman (Sritex) ini diakui telah memenuhi standar North Atlantic Treaty Organization (NATO) sehingga dipercaya memproduksi seragam militer anggota NATO. Tidak hanya seragam, tetapi juga seragam tempur, jaket, cover all, rompi, tenda, sepatu dan lain-lain.
Sejumlah negara yang selalu memesan seragam militer ke Sritek, di antaranya Jerman, Inggris, Malaysia, Australia, Timor Leste, Uni Emirat Arab, Kuwait, Brunei Darussalam, Singapura, Amerika Serikat, Papua New Guinea, Selandia Baru, Tunisia, Turki, dan anggota NATO. Tentu saja termasuk seragam untuk TNI dan Polri.
PT Sri Rejeki Isman (Sritex) memproduksi sedikitnya 240 juta meter kain setiap tahun, khusus untuk seragam militer, serta kain lainnya sebanyak 240 juta meter, yang juga 70 % diekspor, sisanya untuk pasar dalam negeri.
Pertama kali tahun 1994 kontrak dengan German Army. Saat itu pabrik diaudit selama sepekan dan dinyatakan lulus. Ternyata German Army merupakan Negara tersulit dalam soal memilih seragam militer.
Begitu lolos, Negara lainnya langsung ikut sehingga ada 37 negara yang pesan sehingga mendapatkan kontrak yang diperbaharui selama tiga tahun.
(Informasi dari berbagai sumber)
Tweet

